Sejak bulan Februari 2025, Mahasiswa Program Studi Destinasi Pariwisata (Despar) Fakultas Interdisiplin UKSW Jerry Wijaya, bergabung dengan Association Internationale des Étudiants en Sciences Économiques et Commerciales (AIESEC) UKSW. Lewat AIESEC, Jerry ingin berdampak.
“Saya kenal AIESEC UKSW lewat social media teman, dan sejak Februari 2025, saya ikut bergabung. Di AIESEC saya mengembangkan leadership skill dan public speaking. Tidak hanya itu, saya juga memperlancar bahasa Inggris, selain menguatkan kerja tim dan menambah wawasan, serta mempelajari skill-skill”, ucap Jerry lewat bantuan WhatsApp, Senin (4/8/2025). Jerry saat ini sedang menjalani magang di Bali.
Bersama “AIESECers” (sebutan untuk Anggota AIESEC), Alumnus SMA Kristen YSKI Semarang tersebut, ikut serta dalam project-project yang diselenggarakan, bahkan terlibat membuat project bagi AIESEC, dan tentunya berdampak kepada masyarakat.
“Di AIESEC UKSW, saya berada di Departemen Local Project. Untuk fungsional saya sendiri Customer Experience dan sebagai Team Leader”, lanjutnya. Tugas Jerry, di antaranya adalah mewawancari, mengelola sejumlah dokumen, serta memasok informasi.
Salah satu project lokal AIESEC UKSW yang dilakukan baru-baru ini adalah “Gaia Nirvasita”. “Program volunteer ini berjalan selama 4 minggu, dengan mengangkat tema dari Subprogram Local Project yaitu "Environesia", dengan fokus SDG No. 12, yakni Responsible Consumption and Production”, jelas pria kelahiran Semarang tersebut.
Program “Gaia Nirvasita”, lanjut Jerry, mengajak warga Salatiga untuk dengan bijak dan bertanggungjawab mengelola pola dan hasil konsumsi serta produksi. Mereka berkolaborasi dengan stakeholder untuk memberikan materi dan praktek langsung, seperti pembuatan ecoenzyme, lalu edukasi pengelolaan sampah, bersih-bersih sungai, dan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk melakukan edukasi serta menguatkan kesadaran pengelolaan sampah.
“Jika kesadaran yang kami tanamkan bisa mengena di hati dan di pikiran masyarakat, dan setiap masyarakat melakukan apa yang sudah di edukasikan, maka dapat mengurangi sampah dan limbah. Sedangkan produksi sabun ecoenzyme, pupuk ecoenzyme, dan kerajinan dari barang tidak terpakai dapat dijual”, tandasnya. (sam) (Foto: Jerry).