Selama mengikuti Program “Sustainable Development Field School”, Peter Hlusek sangat menikmati keindahan alam Indonesia. Seusai penutupan program (Sabtu, 5/7/2025), Peter, sapaan akrabnya, menyebut keindahan Desa Keditan adalah keindahan sejatinya Indonesia.
“Ini kali kedua saya ke Indonesia. Sebelumnya saya pernah ke Bali. Berbeda dengan Bali, bagi saya tempat-tempat yang saya kunjungi di sini lebih mencerminkan keindahan Indonesia yang sebenarnya”, ucap Mahasiswa Environmental Science and Law di Universitas Sydney Australia tersebut.
Pria asal Slovakia itu menilai, Bali sudah seperti “berbau” asing. “Di Bali banyak makanan dari berbagai negara yang disajikan di banyak restoran. Sangat kebarat-baratan”, lanjutnya. Sedangkan selama program, Peter menemukan “wajaah” asli Indonesia. “Di sini saya menemukan banyak makanan Indonesia dan budaya asli setempat”, papar Peter.
Selama program 2 minggu, yang diselenggarakan oleh Fakultas Interdisiplin UKSW, CSDS, dan berkolaborasi dengan Universitas Sydney tersebut, Peter dan peserta lainnya, berkunjung ke Semarang, Demak, Salatiga, dan selama 5 hari di Desa Keditan, Kabupaten Magelang.
Lalu apa sih yang menarik baginya, selama tinggal 5 hari di Desa Keditan? “Sewaktu kami mendaki gunung (Telomoyo), saya melihat keindahan alam yang luar biasa. Terlebih ketika kita sudah di puncak dan melihat matahari terbit”, ungkap Peter.
Peter menyebut penduduk di Desa Keditan sangat bersahabat, sangat menghargai dan mau menampilkan budaya mereka. Dan satu pengalaman menarik baginya adalah untuk pertama kalinya Peter tinggal (homestay) bersama keluarga Muslim.
“Awalnya rada canggung, namun mereka sangat baik kepada saya. Sangat membantu. Warga Keditan juga baik. Saya akan merindukan suasana ini nantinya, selain tentunya akan merindukan keindahan gunungnya”, tandasnya. (sam).