Dari Bintuni, Papua Barat, Alumni Program Studi Magister Studi Pembangunan (MSP) Fakultas Interdisiplin UKSW Nancy Margriet Marau, berbagi cerita soal pengalamannya berkuliah di MSP.

"Saya masuk Magister Studi Pembangunan tahun 2006. MSP linier dengan pendidikan S-1 di Studi Pembangunan saya di FEB UKSW", ungkap Nancy lewat bantuan DM Instagram, Rabu siang (12/4). Pilihannya menempuh studi lanjut di MSP, juga didorong orang tua dan dosen pembimbingnya di S-1.

Bagaimana kesannya kuliah di MSP, "Menyenangkan dan tidak pernah membosankan", jelas perempuan kelahiran Kota Salatiga itu. Satu yang masih diingatnya adalah saat bersama rekan-rekan seangkatannya berkunjung ke Wonogiri. "Visitasi ke sana sebagai bagian praktik materi perkuliahan", jelasnya.

Saat ini Nancy bekerja di British Petroleum Indonesia, yang berada Tangguh LNG, Bintuni Papua Barat. Sudah 14 tahun Nancy mengabdi di sana. Adakah pengaruh perkuliahannya di MSP dengan pekerjaan yang dilakukannya?

"Sistem perkuliahan yang terbuka untuk berdiskusi dan berdialog, serta kajian-kajian yang dilakukan banyak membantu saya dalam membingkai kerangka berpikir yang kritis dan terstruktur", imbuhnya.

Nancy berharap, apa yang telah dilakukan MSP terus dijalankan sembari menambah porsi lebih banyak untuk studi kasus, simulasi, dan juga praktik-praktik dengan menghadirkan para pakar, praktisi dan narasumber, baik skala daerah maupun nasional.

Dia juga berharap adanya temu alumni, sebagai bagian untuk pengembangan jejaring secara profesional. (sam) (Foto: Nancy).