Alumnus Program Studi Magister Studi Pembangunan (MSP) Fakultas Interdisiplin UKSW, Nina Putri Hayam Dey, M.Si., saat ini bekerja sebagai Dosen di Universitas Antakusuma (Untama), Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Ditengah kesibukannya, Nina, demikian dia ingin disebut, masih punya semangat untuk menulis buku.

“Lulus dari Prodi Sosiologi, Fiskom UKSW, saya sempat bekerja di kantor pengacara, saya resign karena ingin melanjutkan studi di MSP. Saya masuk MSP tahun 2013 dan wisuda pada Agustus 2015”, ungkap Nina, lewat bantuan DM Instagram, Selasa (6/2). Ketika ditanya alas an memilih studi lanjut di UKSW, Nina menjawab, “Suasana belajar kondusif, dosen-dosennya yang keren dan sangat kekeluargaan membuat saya memutuskan untuk kembali ke UKSW dan mengambil MSP sesuai dengan bidang ilmu yang saya geluti”.

Selesai dari MSP, Alumnus SMK Masehi PSAK Ambarawa, Jawa Tengah itu, mendapat kesempatan mengajar di Untama. “Sebenarnya tida terbersit dalam pikiran untuk menjadi dosen, akan tetapi karena ada tawaran, akhirnya mencoba untuk melamar dan diterima sebagai dosen tetap di Untama”, lanjutnya.

Menjadi dosen tetap sejak 2015, adakah tantangan yang dihadapinya? “Banyak sekali tantangan sebagai dosen. Akan tetapi yang sangat menantang adalah bagaimana membangun interaksi dengan mahasiswa yang memiliki karakter yang beragam. Kemudian membiasakan mahasiswa untuk membaca itu sangat sulit sekali”, tutur Nina.

Nina mengaku, banyak sekali ilmu yang didapatnya di MSP, yang dapat diterapkan dilingkungan kerjanya. “Seperti menerapkan etos kerja yang baik, kemudian habitus MSP yang wajib publikasi dan melakukan penelitian dalam setiap tugas kuliah, sangat membantu saya untuk meningkatkan kinerja sebagai dosen yang selalu dituntut untuk publikasi. Sehingga, kegiatan publikasi bukan menjadi sesuatu yang menakutkan, tetapi bisa menjadi sangat menyenangkan karena habitus tersebut sudah dibangun sejak lama”, jelas pemilik hobi membaca itu.

Menggunakan bantuan mesin pencari, tercatat sejumlah buku yang ditulis Nina, baik sendiri maupun dengan penulis lain. “Sementara ini ada empat buku yang sudah terbit, yakni: Ritus Manuba Ba Adat: Praktik Kontrol Ekologi Masyarakat Dayak Tomun Lamandau Di Desa Batu Tunggal Kalimantan Tengah, lalu Sosiologi Ruang Virtual, kemudian Buku Ajar ISBD, dan Sosiologi Ruang Publik Perkotaan”, ujarnya.

Tidak berhenti di 4 buku tersebut, saat ini Nina sedang menunggu tiga buku lain yang dalam proses cetak, berjudul: Manajemen Destinasi Pariwisata, Sosiologi Pendidikan, Metode Penelitian Kualitatif. Dan satu buku ajar sedang dalam proses penulisan.

“Dengan menulis buku, kita bisa menuangkan ide-ide dan melakukan transfer of knowledge. Kemudian dengan menulis buku kita dapat membangun jejaring yang sangat luas dengan sesama dosen/ penulis di seluruh Indonesia yang memiliki bidang ilmu yang sama”, kata Nina. Yang sangat menantang, lanjutnya, adalah bagaimana buku tersebut memiliki keterbaharuan informasi serta dapat menarik minat para pembaca. (Nina/sam) (Foto: Istimewa).