Madeleine Inkster, salah satu peserta Program “Sustainable Development Field School”, menyebut program yang diikutinya, “menyenangkan”. Apa sih yang membuat Madeleine menyatakan hal itu?
“Program ini menyenangkan. Mengunjungi tempat-tempat dan bertemu dengan orang-orang secara langsung”, ucap Mahasiswa Environmental Studies di Universitas Sydney (Usyd), Australia itu, saat ditemui setelah acara penutupan program, Sabtu (5/7/2025), di Revêl Eatscape, Salatiga.
Dalam program yang dirancang selama 2 minggu tersebut, peserta diajak untuk berkunjung ke Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kota Salatiga, dan Kabupaten Magelang. Di Semarang dan Demak, peserta mengali berbagai aspek mengenai banjir. Tidak hanya berinteraksi dengan warga, namun juga berdiskusi dengan pemangku kepentingan lain, yakni pemerintah lintas sektoral.
Sedangkan di Salatiga, peserta memiliki kesempatan merasakan suasana dan mencicipi makanan lokal, serta di Kabupaten Magelang, tepatnya di Desa Keditan, selama 5 hari, para peserta tinggal bersama warga (homestay).
Selama program, Madeleine tentu menemukan hal-hal baru. Satu hal yang membuatnya senang adalah untuk pertama kali merasakan es campur. “Saya suka es campur, karena rasanya menyegarkan. Saya membelinya saat di Semarang”, ungkapnya.
Ada hal lain? “Teman-teman peserta dari Salatiga sangat baik”, jelasnya. Madeleine menyebut mengenal berbagai perbedaan budaya dari Mahasiswa Fakultas Interdisiplin (FID) UKSW, terkhusus dari Mahasiswa Magister Studi Pembangunan (MSP) Adna Debora Melapa.
Sebagai informasi, selain diikuti peserta mahasiswa asal Usyd dan 6 Mahasiswa MSP, turut serta 4 Mahasiswa Program Studi Destinasi Pariwisata. (sam).