Buku, “Saatnya Melawan: Membaca dan Memaknai Gerakan Sosial”, merupakan tulisan dari Dosen Program Studi Magister Studi Pembangunan yang ada di Fakultas Interdisiplin UKSW, Dr. Johanes Mardimin.

Menurut Mardimin, gerakan sosial bukan hal baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, mulai dari zaman kolonialisme hingga era reformasi. Namun, gerakan sosial yang diprakarsai oleh rakyat jelata pada zaman penjajahan tidak terekam dalam histografi bangsa Indonesia. Mereka sering dilupakan karena dianggap tidak terkait dengan peristiwa-peristiwa besar.

Gerakan sosial, lanjut Mardimin, juga sering mendapat cap buruk dari masyarakat, karena dianggap sebagai biang kerok berbagai destruksi sosial. Bahkan, perguruan tinggi pun tidak memberikan ruang bagi gerakan itu. Berdasarkan pengalaman dan pengamatannya, banyak akademisi yang tidak mengerti peran dan pentingnya gerakan sosial. Sebaliknya, mereka justru sinis dengan gerakan itu.

Selain ditujukan untuk mengangkat hasil dan dampak gerakan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat dan juga sebagai sumbangsih atas kelangkaan buku-buku tentang gerakan social, buku tersebut dimaksudkan untuk menyediakan bahan bacaan bagi mereka yang tertarik pada gerakan-gerakan sosial.

Buku itu diterbitkan oleh BPK Gunung Mulia, tahun 2020, dan terdiri dari 9 bab. Selain menjelaskan mengenai apa itu gerakan sosial, pada Bab I juga dikupas mengenai gerakan sosial dalam pembangunan peradaban. Dalam Bab 2, Mardimin membahas mengenai agenda gerakan sosial. Bab selanjutnya disinggung soal teori-teori dalam gerakan sosial.

Bab 4 menyajikan perbincangan mengenai gerakan kesetaraan dan emansipasi perempuan di Indonesia. Masih bicara tentang Indonesia, di bab selanjutnya Mardimin mencatat kasus gerakan-gerakan demokratisasi di perdesaan Jawa. Tak kalah penting, di Bab 6, dituangkan mengenai gerakan masyarakat Kedung Ombo dalam melawan represi negara.

Isu Gerakan lingkungan diangkat Mardimin di Bab 7, dirangkai dengan konflik-konflik sumber daya dan kerusakan lingkungan di bab selanjutnya. Di akhir, Mardimin menyodorkan sumbangan pemaparan mengenai gerakan sosial bagi perkembanagn ilmu pengetahuan. (Mar/sam).