Menghitung hari menjelang keberangkatannya ke Paris, Perancis, Mahasiswa Program Studi Magister Studi Pembangunan Fakultas Interdisiplin (FID) UKSW Juatno Nahalu Aria Pendung, melakukan berbagai persiapan.
“Sampai hari ini persiapan dokumen dan berkas untuk keberangkatan sudah hampir clear. Tinggal menunggu visa-nya terbit dalam waktu dekat”, ungkap Juatno, sapaan akrabnya, Senin (2/6/2025).
Keberangkatan Alumnus Akademi Filsafat Gereja Kalimantan Evagelis itu ke Prancis, berkat Beasiswa Erasmus Mobility Program. Beasiswa diterimanya sebagai bagian dari kelanjutan Program Human Origins Heritage (HOH), yang pernah diikutinya di tahun 2024.
HOH sendiri merupakan buah kerja sama FID UKSW dan Museum National d’Histoire Naturelle Perancis, serta didukung berbagai lembaga lain, seperti BRIN, Kedutaan Prancis, Erasmus, dan Kementerian Kebudayan. Melalui HOH, peserta mempelajari dan dan mengeksplore situs warisan dunia.
Selain persiapan dokumen, Juatno juga mulai menyiapkan jadwal dan kebutuhan pribadi. “Selama di sana, saya ingin mencicipi Ratatouille. Sudah lama mendengar dan pernah melihatnya di film”, ucap pria asal Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan tersebut.
Oh ya, sebelum ke Paris, Juatno berharap mendapat kesempatan untuk maju ujian proposal. Dia mengaku telah mengumpulkan proposalnya dan sedang menyiapkan diri sebaik-baiknya, manakala diizinkan maju. (sam).