Adinda Nurzabillah dan Andi Zhuriat Mappanganro, Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan, berkesempatan menjadi peserta Program Internasional Human Origins Heritage (HOH) 2026. Ingin tahu kesan Dinda dan Andi, demikian mereka ingin disapa, selama mengikuti HOH?
“Hal paling menarik bagi saya adalah ketika berinteraksi dengan sesama mahasiswa, termasuk peserta dari mancanegara. Ini menjadi pengalaman yang berbeda dan memberikan sudut pandang baru. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi jalan untuk memperluas relasi,” jelas Andi saat ditemui, Selasa (13/5/2026).
Program HOH 2026 diikuti peserta dari 12 negara, di antaranya dari Brasil, Argentina, Maroko, Meksiko, Lituania, Amerika Serikat, Prancis, Aljazair, dan Angola.
Sementara itu, Dinda menilai keikutsertaannya dalam Program HOH menambah wawasan dan pengalaman baru, sekaligus meningkatkan keterampilan. “Saya sangat merekomendasikan kegiatan ini bagi teman-teman di Unhas,” ujar dara asal Makassar tersebut.
Selama penyelengaraan Program HOH, 27 April – 16 Mei 2026, Dinda dan Andi terlibat dalam project grup dengan tema-tema yang telah ditentukan. Jika Dinda bersama grupnya menggarap tema, “Land Use” bersama mahasiswa asal Prancis, Argentina, dan Indonesia, maka Andi terlibat dalam project “Community Initiatives”, bareng mahasiswa asal Brasil dan Indonesia.
Keduanya juga memberikan masukan untuk pelaksanaan Program HOH 2027. Dinda berharap informasi terkait kegiatan dapat disampaikan lebih awal agar peserta memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan keberangkatan. “Masukan dari saya, agar informasi mengenai kegiatan HOH sebaiknya diterima jauh-jauh hari, sehingga kami bisa mengatur transportasi keberangkatan dengan lebih matang,” ucap Dinda.
Senada dengan Dinda, Andi juga berharap informasi kegiatan dapat dikomunikasikan lebih awal agar mahasiswa Unhas memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri. “Sebenarnya banyak teman-teman saya yang ingin ikut, tetapi masih terkendala beberapa hal lainnya,” tambah Andi.
Program HOH 2026, turut diikut 8 mahasiswa Fakultas Interdisiplin UKSW, yakni empat mahasiswa asal Program Studi (Prodi) Sarjana Terapan Destinasi Pariwisata dan 4 lainnya dari Prodi Magister Studi Pembangunan. (sam) (Foto: sam/AI).